E-AGRIBUSINESS
“PEMANFAATAN
TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM BIDANG BISNIS PERTANIAN”
Di Susun Oleh :
KELOMPOK 7
Wisnu Kusumo 20150210039
Muhammad Rizal Alfaris 20150210040
Muhammad Abdul Aziz Affandi 20150210041
Amalia Puji Etikasari 20150210043
Fauziyya Puji Winahyu 20150210045
Muhammad Rizal Alfaris 20150210040
Muhammad Abdul Aziz Affandi 20150210041
Amalia Puji Etikasari 20150210043
Fauziyya Puji Winahyu 20150210045
JURUSAN
AGROTEKNOLOGI
FAKULITAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015
A.
Latar
Belakang
Dalam era informasi ini keberadaan suatu informasi mempunyai arti
dan peranan yang sangat penting dalam semua aspek kehidupan. Masyarakat juga
cenderung berubah menjadi masyarakat yang pada akhirnya memicu perkembangan
teknologi informasi menjadi kian pesat sehingga terciptalah perangkat-perangkat
informatika yang semakin canggih dan jaringan-jaringan sistem informasi yang
semakin rumit dan handal. Berkaitan dengan pembangunan di bidang teknologi ini
peradaban manusia dihadirkan dengan adanya fenomena baru yang mampu mengubah
hampir setiap aspek kehidupan manusia, yaitu perkembangan teknologi informasi
melalui internet. Contohnya, lingkungan sekitar kita telah ada perubahan dalam
mencari sumber materi, yang bisanya mahasiswa harus pergi ke perpustakaaan
untuk mencari sumber pembelajaran tidak lagi
banyak digunakan, di era ini
mahasiswa bisa mencari sumber materi pembelajaran menggunakan media elektronik.
Teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah perilaku dan pola
hidup masyarakat secara global. Perkembangan teknologi informasi telah pula
menyebabkan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial, budaya
dan ekonomi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan
berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.
Pada zaman seperti sekarang ini, sumber
daya yang paling menarik tentunya teknologi. Karena teknologi semakin canggih
apabila dimanfaatakan dengan baik, teknologi informasi dan komunikasi sangat
bermanfaat dalam berbagai bidang termasuk bidang bisnis.
Pada bidang bisnis biasanya sistem komputer digunakan untuk memproses gaji, data
statistik, dan keuangan. Banyak bisnis sudah menggunakan sistem komputer untuk menyuplai barang, membuat
laporan keuangan, merencanakan bisnis masa depan. Adapun dari sisi pelanggan
peranan sistem komputer adalah meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kualitas
layanan.
Pada bidang pertanian terdapat beberapa contoh
riset dan pengalaman pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dibidang
pertanian. Untuk mendukung perekaman
jurnal kegiatan pertanian, Kouno telah mengembangkan sebuah sistem yang mengkombinasikan
web kamera dengan sebuah robot metrologi. Web kamera secara otomatis
mengumpulkan foto-foto tanaman yang digunakan untuk menganalisa dengan jarak
jauh (remot) kondisi dan perkembangan tanaman.
B.
Pembahasan
B.1 Definisi
Agribisnis didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan mulai
proses produksi, panen, pasca panen, pemasaran, dan kegiatan lainnya yang
berkaitan dengan kegiatan pertanian tersebut. Karena peran ICT juga merambah
pada kegiatan pertanian, maka muncullah istilah e-Agriculture dan
e-Agribusiness. Jadi e-Agriculture dan e-Agribusiness pada dasarnya adalah
pemanfaatan ICT dalam bidang pertanian atau bisnis di bidang pertanian. Dengan
kata lain e-Agribusiness
adalah e-business di bidang pertanian.
Seperti dituliskan sebelumnya, e-Agribusiness termasuk dari
e-Commerce atau e-business di bidang bisnis pertanian. E-commerce sendiri
meniliki arti perdagangan elektronik yang aktivitasnya berkaitan dengan
pembelian, penjualan, pemasaran barang, ataupun jasa dengan memanfaatkan system
elektronik seperti internet dan jaringan computer. Contohnya penjualan
barang-barang rumah tangga, elektronik, kendaraan, pakaian dan kebutuhan
sandang lainnya.
Ditinjau dari definisi di atas kata ‘e’ yang dimaksud dengan
elektronika dan ‘businees’ yang dimaksud bisnis, maka pengertian e-business
dapat diartikan sebagai kegiatan bisnis melalui elektronika. Karena kegitan
bisnis tersebut dasarnya adalah transaksi barang dan jasa, maka e-business
transaksi barang dan jasa dengan
menggunakan jasa elektronik. Bila kata tersebut dikaitkan dengan bidang
pertanian maka bisa disebut sebagai e-Agribusiness. Contohnya penjualan
barang-barang hasil panen, bibit, dan pupuk.
Perkembangan teknologi yang begitu besar, maka penggunaan jasa elektronika
dalam bisnis juga berkembang secara pesat. Antara lain, dari teknologi audio dan
video ke teknologi computer, kemudian kini berkembang menuju teknologi web atau
internet.
B.2 Keuntungan dan Kelemahan
Di era sekarang ini e-Argribusiness menjadi sangat penting dan
banyak dipakai para businessmen, bukan saja untuk produksi pertanian tetapi
juga produk yang berkaitan dengan pertanian, contoh penjualan alat pertanian,
hasil produksi pertanian dan lain sebagainya.
Karena bisa menggunakan layanan penjualan secara online. Keunggulan dari
e-Agribusiness adalah sebagai berikut :
a.
Mengurangi
biaya.
b. Menghemat waktu.
c.
Memudahkan
mengetahui rantai penyuplai lebih mudah dan singkat.
d. Menjadi ajang promosi mendunia yang sangat murah.
e. Merupakan keragaman produk pembentukan keuntungan
perusahaan.
f.
Memperpendek
waktu siklus produk (product cycle).
g.
Meningkatkan
pelanggan tetap (customer loyali).
Sehingga untuk menggunakan keuntungan e-Agribusiness akan berhasil
atau tidak tergantung pada :
a.
Koneksi
internetnya.
b.
Kualitas
media yang digunakan.
c.
Kemampuan
seseorang dalam menggunakan media.
Walaupun e-Agribusiness memiliki banyak keuntungan atau kelebihan
yang luar biasa, namun e-Agribusiness juga memiliki kekurangan. Kekurangan
tersebut antara lain :
a.
Tidak
semua tempat tersambung dengan fasilitas jaringan internet. Jadi masalah
tersedianya infrastruktur ini menjadi amat penting.
b.
Tidak
semua konsumen dapat melakukan transaksi dengan teknik e-Agribusiness. Hal ini
disebabkan ketidak-tahuan yang tidak
biasa di lakukan.
c.
Tidak
semua tempat tersedia perangkat lunak atau software untuk e-Agribusiness.
Kalaupun ada masih mahal.
d.
Kesulitan
yang disebabkan karena ciri produk pertanian itu sendiri, misalnya sifatnya
bulky (volumenya besar tetapi nilainya kecil), produknya musiman, standarisasi
antar negara mungkin berbeda.
Banyak cara untuk mengatasi berbagai kendala dalam e-Agribusiness.
Teknologi sepertinya saling berlomba, Ada masalah, ada pula cara mengatasi
masalah tersebut. Begitu pula dengan berbagai masalah yang muncul pada e-Agribusiness
ini.
a.
Masalah
Keamanan
Baik penjual atau produsen maupun
konsumen sering pula dikeluhkan dengan masalah keamanan. Dalam prakteknya,
berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan mengetahui bagaimana
melakukan browsing untuk melaksanakan transaksi elektronik yang aman, dan
hal-hal seperti ini tidak atau kurang dipahami.
b.
Tersedianya
e-Agribusiness
Tersedianya e-Agribusiness ini belum
banyak di Indonesia. Sekarang yang ada hanya RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi
Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan prototipe layanan e-Business
untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi.
Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Beberapa Kasus Aplikasi
e-Agribusiness dimasa sekarang, walaupun berkembang secara lambat tetapi pasti
akan berkembang cepat pada masa mendatang, ditandai dengan hal-hal sebagai
berikut:
a.
Banyaknya
usaha bisnis komoditas pertanian yang sudah memiliki website.
b.
Banyaknya
promosi permintaan atau penjualan komoditas pertanian yang diiklankan di
internet.
c.
Banyaknya
transaksi jual-beli komoditas pertanian melalui internet.
Karena aplikasi
e-Agriculture atau e-Agribusiness dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian
mulai dari kegiatan di hulu (proses produksi) sampai pada di hilir (pemasaran
hasil) dan sangat menjanjikan, maka perkembangannya, walaupun relatif lambat
tetapi pasti berkembang cepat sesuai dengan perkembangan global. Buktinya FAO
(Food and Agriculture Organization) telah memanfaatkan ICT di kegiatan network,
publikasi, database dan pembuatan Web. Pihak pebisnis swasta maupun pemerintah
juga mulai menggunakan keunggulan e-Agribusiness ini. Sementara itu, pemerintah
(misalnya Departemen Pertanian) telah memanfaatkan ICT untuk program (i).
Pengembangan Statistik Pertanian, (ii). Pengembangan Sistem Informasi, dan
(iii). Penunjang Pengembangan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian.
C.
Kesimpulan
e-Agribusniness adalah kegiatan perdagangan (atau transaksi
jual-beli) barang dan jasa pertanian melalui media elektronik. Kini dengan
tersedianya teknologi, maka memungkinkan orang untuk melakukan transaksi hanya
dengan menggunakan sebuah perangkat komputer atau mobile phone yang terhubung
ke internet. Pemanfaatan internet menjadi populer setelah peran jasa
elektronika seperti audio, video, TV dan komputer (CD,VCD) dirasa kurang
efektif bila dibandingkan dengan peran internet.
Keunggulan dari penggunaan e-Agribusiness adalah efektif, efisien,
murah, praktis, alat promosi yang luas dengan tanpa batas, dan dapat dipakai
untuk membangun loyalitas pelanggan. e-Agribusiness juga merupakan salah satu sumber
untuk memperoleh keuntungan. Disamping itu juga aplikasinya bisa cepat sehingga
dapat mengikuti perkembangan global bisnis pertanian. Sebaliknya, kelemahan
dari e-Agribusniness adalah tidak semua pemakai mempunyai atau terakses
fasilitas elektronik, tidak semua pemakai mengerti e-Agribusiness (karena
pendidikannya, tingkat sosial-ekonominya).
Untuk mengatasi kelambanan perkembangan e-Agribusiness di
Indonesia, maka disarankan hal-hal sebagai berikut:
a.
Meningkatan
infrastuktur ICT sampai pada pedesaan,
b.
Mengembangkan
softwares yang mudah diikuti,
c.
Mengembangkan
kualitas SDM melalui pelatihan-pelatiahan, Mendekatkan ICT ke pedesaan agar ICT
merupakan teknis yang tidak menakutkan.
Daftar Pustaka
Ø ipb.academia.edu/njuaralubis/
Ø rinarnunay.com/2013/07/03/apa-itu-supply-chair-management.scm/
Lampiran
1.
Bagaimana
cara pembelian bibit melalui internet?
2.
Apa
perbedaan e-commerce dan e-agribusiness beserta contohnya?
Jawab
1.
Cara
pembelian bibit melalui internet:
1)
Pastikan
mengetahui produk yang akan di beli.
Penjelasan
: Sebelum membeli produk pastikan anda mengetahui yang akan dibeli.
2)
Pastikan
mengenali toko online
Penjelasan
: mengenali toko mulai alamat dan alat komunikasi admin dari websate, untuk
keamanan dalam bertransaksi apabila ada kesalahan produk dan kerusakan yang
dikirim.
3)
Pilih
produk yang akan di beli
Penjelasan
: setelah mengenali produk dan toko online, pilih cantumkan produk di dalam
daftar pembelian.
4)
Pilih
alat transaksi
Penjelasan
: pemilihan alat transaksi ini penting, karena apakah mau bertransaksi secara
langsung (bertemu) ataupun tidak (melalui media telekomukasi).
5)
Pilih
media pembayaran
Penjelasan
: apakah pembayaran akan di laksanan secara langsung (bertemu) ataupun tidak
(transfer).
6)
Pilih
alat pengiriman barang
Penjelasan
: alat pengiriman ini penting, karena barang pesanan akan di kirim melalui jasa
apa. Contoh POS, JNE, Tiki dan lain-lain.
2.
Perbedaan
e-commerce dan e-agribusiness terletak pada lingkupan penjualannya.
-
Kalau
e-commerce penjualan barang dan jasa yang di tawarkan lebih umum dibandingkan
e-agribusiness.
Contoh
: barang-barang alat rumah tangga, alat transportasi dan kebutuhan sandang
lainnya.
-
Kau
e-agribusiness penjualannya barang dan jasanya yang di tawarkan lebih khusus di
bidang pertanian.
Contoh :
barang-barang hasil produksi, pupuk dan bibit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar