Jumat, 09 Oktober 2015

E-AGRIBUSINESS



E-AGRIBUSINESS
“PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM BIDANG BISNIS PERTANIAN”

Di Susun Oleh :
KELOMPOK 7
Wisnu Kusumo                                   20150210039
M
uhammad Rizal Alfaris                    20150210040
M
uhammad Abdul Aziz Affandi       20150210041
Amalia Puji Etikasari             
            20150210043
Fauziyya Puji Winahyu          
            20150210045

JURUSAN AGROTEKNOLOGI
FAKULITAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2015
A.    Latar Belakang
Dalam era informasi ini keberadaan suatu informasi mempunyai arti dan peranan yang sangat penting dalam semua aspek kehidupan. Masyarakat juga cenderung berubah menjadi masyarakat yang pada akhirnya memicu perkembangan teknologi informasi menjadi kian pesat sehingga terciptalah perangkat-perangkat informatika yang semakin canggih dan jaringan-jaringan sistem informasi yang semakin rumit dan handal. Berkaitan dengan pembangunan di bidang teknologi ini peradaban manusia dihadirkan dengan adanya fenomena baru yang mampu mengubah hampir setiap aspek kehidupan manusia, yaitu perkembangan teknologi informasi melalui internet. Contohnya, lingkungan sekitar kita telah ada perubahan dalam mencari sumber materi, yang bisanya mahasiswa harus pergi ke perpustakaaan untuk mencari sumber pembelajaran tidak lagi
banyak digunakan, di era ini mahasiswa bisa mencari sumber materi pembelajaran menggunakan media elektronik.
Teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah perilaku dan pola hidup masyarakat secara global. Perkembangan teknologi informasi telah pula menyebabkan dunia menjadi tanpa batas dan menyebabkan perubahan sosial, budaya dan ekonomi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Pada  zaman seperti sekarang ini, sumber daya yang paling menarik tentunya teknologi. Karena teknologi semakin canggih apabila dimanfaatakan dengan baik, teknologi informasi dan komunikasi sangat bermanfaat dalam berbagai bidang termasuk bidang bisnis.
Pada bidang bisnis biasanya sistem komputer digunakan untuk memproses gaji, data statistik, dan keuangan. Banyak bisnis sudah menggunakan sistem komputer untuk menyuplai barang, membuat laporan keuangan, merencanakan bisnis masa depan. Adapun dari sisi pelanggan peranan sistem komputer adalah meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan kualitas layanan.

Pada bidang pertanian terdapat beberapa contoh riset dan pengalaman pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dibidang pertanian. Untuk mendukung  perekaman jurnal kegiatan pertanian, Kouno telah mengembangkan sebuah sistem yang mengkombinasikan web kamera dengan sebuah robot metrologi. Web kamera secara otomatis mengumpulkan foto-foto tanaman yang digunakan untuk menganalisa dengan jarak jauh (remot) kondisi dan perkembangan tanaman.

B.     Pembahasan
B.1 Definisi
Agribisnis didefinisikan sebagai suatu rangkaian kegiatan mulai proses produksi, panen, pasca panen, pemasaran, dan kegiatan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pertanian tersebut. Karena peran ICT juga merambah pada kegiatan pertanian, maka muncullah istilah e-Agriculture dan e-Agribusiness. Jadi e-Agriculture dan e-Agribusiness pada dasarnya adalah pemanfaatan ICT dalam bidang pertanian atau bisnis di bidang pertanian. Dengan kata lain                  e-Agribusiness adalah e-business di bidang pertanian.
Seperti dituliskan sebelumnya, e-Agribusiness termasuk dari e-Commerce atau e-business di bidang bisnis pertanian. E-commerce sendiri meniliki arti perdagangan elektronik yang aktivitasnya berkaitan dengan pembelian, penjualan, pemasaran barang, ataupun jasa dengan memanfaatkan system elektronik seperti internet dan jaringan computer. Contohnya penjualan barang-barang rumah tangga, elektronik, kendaraan, pakaian dan kebutuhan sandang lainnya.
Ditinjau dari definisi di atas kata ‘e’ yang dimaksud dengan elektronika dan ‘businees’ yang dimaksud bisnis, maka pengertian e-business dapat diartikan sebagai kegiatan bisnis melalui elektronika. Karena kegitan bisnis tersebut dasarnya adalah transaksi barang dan jasa, maka e-business transaksi barang dan jasa  dengan menggunakan jasa elektronik. Bila kata tersebut dikaitkan dengan bidang pertanian maka bisa disebut sebagai e-Agribusiness. Contohnya penjualan barang-barang hasil panen, bibit, dan pupuk.
Perkembangan teknologi yang begitu besar, maka penggunaan jasa elektronika dalam bisnis juga berkembang secara pesat. Antara lain, dari teknologi audio dan video ke teknologi computer, kemudian kini berkembang menuju teknologi web atau internet.

B.2 Keuntungan dan Kelemahan
Di era sekarang ini e-Argribusiness menjadi sangat penting dan banyak dipakai para businessmen, bukan saja untuk produksi pertanian tetapi juga produk yang berkaitan dengan pertanian, contoh penjualan alat pertanian, hasil produksi pertanian dan lain sebagainya.  Karena bisa menggunakan layanan penjualan secara online. Keunggulan dari e-Agribusiness adalah sebagai berikut :
a.        Mengurangi biaya.
b.       Menghemat waktu.
c.        Memudahkan mengetahui rantai penyuplai lebih mudah dan singkat.
d.       Menjadi ajang promosi mendunia yang sangat murah.
e.       Merupakan keragaman produk pembentukan keuntungan perusahaan.
f.         Memperpendek waktu siklus produk (product cycle).
g.        Meningkatkan pelanggan tetap (customer loyali).
Sehingga untuk menggunakan keuntungan e-Agribusiness akan berhasil atau tidak tergantung pada :
a.       Koneksi internetnya.
b.      Kualitas media yang digunakan.
c.       Kemampuan seseorang dalam menggunakan media.

Walaupun e-Agribusiness memiliki banyak keuntungan atau kelebihan yang luar biasa, namun e-Agribusiness juga memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain :
a.       Tidak semua tempat tersambung dengan fasilitas jaringan internet. Jadi masalah tersedianya infrastruktur ini menjadi amat penting.
b.      Tidak semua konsumen dapat melakukan transaksi dengan teknik e-Agribusiness. Hal ini disebabkan ketidak-tahuan  yang tidak biasa di lakukan.
c.       Tidak semua tempat tersedia perangkat lunak atau software untuk e-Agribusiness. Kalaupun ada masih mahal.
d.      Kesulitan yang disebabkan karena ciri produk pertanian itu sendiri, misalnya sifatnya bulky (volumenya besar tetapi nilainya kecil), produknya musiman, standarisasi antar negara mungkin berbeda.
Banyak cara untuk mengatasi berbagai kendala dalam e-Agribusiness. Teknologi sepertinya saling berlomba, Ada masalah, ada pula cara mengatasi masalah tersebut. Begitu pula dengan berbagai masalah yang muncul pada e-Agribusiness ini.
a.      Masalah Keamanan
Baik penjual atau produsen maupun konsumen sering pula dikeluhkan dengan masalah keamanan. Dalam prakteknya, berbelanja di web memerlukan koneksi ke internet dan mengetahui bagaimana melakukan browsing untuk melaksanakan transaksi elektronik yang aman, dan hal-hal seperti ini tidak atau kurang dipahami.
b.      Tersedianya e-Agribusiness
Tersedianya e-Agribusiness ini belum banyak di Indonesia. Sekarang yang ada hanya RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan prototipe layanan e-Business untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online.
Beberapa Kasus Aplikasi e-Agribusiness dimasa sekarang, walaupun berkembang secara lambat tetapi pasti akan berkembang cepat pada masa mendatang, ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:
a.       Banyaknya usaha bisnis komoditas pertanian yang sudah memiliki website.
b.      Banyaknya promosi permintaan atau penjualan komoditas pertanian yang diiklankan di internet.
c.       Banyaknya transaksi jual-beli komoditas pertanian melalui internet.
Karena aplikasi e-Agriculture atau e-Agribusiness dapat dilakukan di semua aktivitas pertanian mulai dari kegiatan di hulu (proses produksi) sampai pada di hilir (pemasaran hasil) dan sangat menjanjikan, maka perkembangannya, walaupun relatif lambat tetapi pasti berkembang cepat sesuai dengan perkembangan global. Buktinya FAO (Food and Agriculture Organization) telah memanfaatkan ICT di kegiatan network, publikasi, database dan pembuatan Web. Pihak pebisnis swasta maupun pemerintah juga mulai menggunakan keunggulan e-Agribusiness ini. Sementara itu, pemerintah (misalnya Departemen Pertanian) telah memanfaatkan ICT untuk program (i). Pengembangan Statistik Pertanian, (ii). Pengembangan Sistem Informasi, dan (iii). Penunjang Pengembangan Sistem Informasi dan Statistik Pertanian.
C.     Kesimpulan
e-Agribusniness adalah kegiatan perdagangan (atau transaksi jual-beli) barang dan jasa pertanian melalui media elektronik. Kini dengan tersedianya teknologi, maka memungkinkan orang untuk melakukan transaksi hanya dengan menggunakan sebuah perangkat komputer atau mobile phone yang terhubung ke internet. Pemanfaatan internet menjadi populer setelah peran jasa elektronika seperti audio, video, TV dan komputer (CD,VCD) dirasa kurang efektif bila dibandingkan dengan peran internet.

Keunggulan dari penggunaan e-Agribusiness adalah efektif, efisien, murah, praktis, alat promosi yang luas dengan tanpa batas, dan dapat dipakai untuk membangun loyalitas pelanggan. e-Agribusiness juga merupakan salah satu sumber untuk memperoleh keuntungan. Disamping itu juga aplikasinya bisa cepat sehingga dapat mengikuti perkembangan global bisnis pertanian. Sebaliknya, kelemahan dari e-Agribusniness adalah tidak semua pemakai mempunyai atau terakses fasilitas elektronik, tidak semua pemakai mengerti e-Agribusiness (karena pendidikannya, tingkat sosial-ekonominya).
Untuk mengatasi kelambanan perkembangan e-Agribusiness di Indonesia, maka disarankan hal-hal sebagai berikut:
a.       Meningkatan infrastuktur ICT sampai pada pedesaan,
b.      Mengembangkan softwares yang mudah diikuti,
c.       Mengembangkan kualitas SDM melalui pelatihan-pelatiahan, Mendekatkan ICT ke pedesaan agar ICT merupakan teknis yang tidak menakutkan.










Daftar Pustaka
Ø  ipb.academia.edu/njuaralubis/
Ø  rinarnunay.com/2013/07/03/apa-itu-supply-chair-management.scm/
















Lampiran
1.      Bagaimana cara pembelian bibit melalui internet?
2.      Apa perbedaan e-commerce dan e-agribusiness beserta contohnya?
Jawab
1.     Cara pembelian bibit melalui internet:
1)    Pastikan mengetahui produk yang akan di beli.
Penjelasan : Sebelum membeli produk pastikan anda mengetahui yang akan dibeli.
2)    Pastikan mengenali toko online
Penjelasan : mengenali toko mulai alamat dan alat komunikasi admin dari websate, untuk keamanan dalam bertransaksi apabila ada kesalahan produk dan kerusakan yang dikirim.
3)    Pilih produk yang akan di beli
Penjelasan : setelah mengenali produk dan toko online, pilih cantumkan produk di dalam daftar pembelian.
4)    Pilih alat transaksi
Penjelasan : pemilihan alat transaksi ini penting, karena apakah mau bertransaksi secara langsung (bertemu) ataupun tidak (melalui media telekomukasi).
5)    Pilih media pembayaran
Penjelasan : apakah pembayaran akan di laksanan secara langsung (bertemu) ataupun tidak (transfer).
6)    Pilih alat pengiriman barang
Penjelasan : alat pengiriman ini penting, karena barang pesanan akan di kirim melalui jasa apa. Contoh POS, JNE, Tiki dan lain-lain.
2.     Perbedaan e-commerce dan e-agribusiness terletak pada lingkupan penjualannya.
-         Kalau e-commerce penjualan barang dan jasa yang di tawarkan lebih umum dibandingkan e-agribusiness.
Contoh : barang-barang alat rumah tangga, alat transportasi dan kebutuhan sandang lainnya.
-         Kau e-agribusiness penjualannya barang dan jasanya yang di tawarkan lebih khusus di bidang pertanian.
Contoh : barang-barang hasil produksi, pupuk dan bibit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar